BAURAN LOKASI DAN SALURAN DISTRIBUSI

1. konsep lokasi dalam bauran pemasaran 

Konsep 7P selah satunya adalah place atau lokasi. lokas ini maksudnya adalah lokasi untuk melakukan proses jual beli produk baik barang maupun jasa. Konsep ini sangat penting terutama bagi usaha konvensional. Perusahaan dengan bisnis konvensional harus paham betul di mana lokasi yang strategis. Setidaknya yang mudah dikunjungi oleh konsumen. Namun itu dikhususkan untuk bidang usaha konvensional saja. Sementara saat ini sudah marak yang namanya bisnis modern atau bisnis online. Oleh karena itu di jaman ini pengertian aspek tempat lebih beragam. Terutama disesuaikan dengan media yang digunakan.

2. Price (harga)

Sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa yang dijual. Harga sudah menjadi aspek yang tidak kalah penting. Maka penentuannya perlu pertimbangan yang matang. Hal ini karena seringkali konsumen menggunakan harga sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli suatu barang maupun jasa. Harga dianggap sudah dalam level yang tepat adalah di mana suatu harga tetap diterima konsumen. Namun sekaligus perusahaan masih bisa mendapatkan keuntungan.


3. persyaratan legislasi K3 dalam kegiatan pemasaran

Syarat-syarat Penerapan K3 (kesemalatan dan kesehatan kerja) di temapat kerja.  terdapat dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :

  1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja
  2.  Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran
  3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.
  4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat
  5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja.
  6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja
  7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.
  8. Mencegah dan mengendalikan  penyakit akibat kerja (PAK) dan keracunan.
  9. Penerangan yang cukup dan sesuai.
  10. Suhu dan kelembaban udara yang baik.
  11. Menyediakan ventilasi yang cukup.
  12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban.
  13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.
  14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.
  15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.
  16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang
  17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya
  18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.
4. Konsep dan kegunaan saluran distribusi

Menurut Alex S. Nitisemito Saluran distribusi merupakan lembaga - lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur, yang memiliki kegiatan menyalurkan barang -barang atau jasa -jasa, dari pihak produsen ke konsumen.Fungsi utama saluran distribusi adalah untuk menyalurkan barang dari produsen menuju ke konsumen. Karena fungsi utamanya adalah untuk menyalurkan barang, maka perusahaan dalam melaksanakan dan menentukan saluran distribusi ini haruslah memiliki pertimbangan yang tepat dan baik. Sebab, konsumen adalah subjek utama dalam penyaluran barang ini. Fungsi -fungsi saluran distribusi ini lebih lanjut juga dijelaskan oleh Kotler. Adapun fungsi-fungsi saluran distribusi menurut Kotler (1997 : 531-532) tersebut, meliputi :
  1. Information, yakni saluran distribusi yang berguna untuk mengumpulkan informasi penting mengenai konsumen dan pesaing. Dengan informasi ini, perusahaan dapat merencanakan dan membantu pertukaran barang.
  2. Promotion, yakni saluran distribusi yang berfungsi sebagai pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif terkait produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
  3. Negotiation, yakni saluran distribusi yang berguna untuk mencoba menyepakati harga dan syarat-syarat lain, sehingga memungkinkan adanya perpindahan hak pemilikan.
  4. Ordering, yakni sebagai fungsi agar pihak distributor memesan barang kepada perusahaan
  5. Payment, yakni agar pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lain.
  6. Title, yakni saluran distribusi yang mendorong adanya perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang lain.
  7. Physical Possession, yakni untuk mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan mentah hingga barang jadi dan akhirnya sampai kepada konsumen akhir.
  8. Financing, yakni saluran distribusi guna meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran distribusi.
  9. Risk Taking, yakni untuk menanggung resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi. Hal ini dilakukan dengan langkah -langkah tertentu seperti melakukan riset pemasaran.
Dengan adanya saluran distribusi yang baik, maka dapat menjamin ketersediaan produk yang diperlukan oleh masyarakat. Tanpa adanya distribusi, produsen akan kesulitan untuk memasarkan produknya, dan konsumen pun juga harus bersusah payah untuk mengejar produsen agar dapat menikmati produknya..

5. Tipe-tipe Distribusi 

Saluran distribusi ternyata memiliki berbagai tipe diantaranya yaitu:
  1. saluran distribusi langsung ( produsen-konsumen). Saluran Distribusi Langsung atau kadang disebut juga dengan Saluran Tingkat Nol (Zero Level Channel) adalah saluran distribusi yang tidak memiliki tingkat perantara. Dalam kerangka kerja ini, produsen menjual barang dagangannya langsung ke pelanggan tanpa menggunakan perantara sama sekali.
  2. saluran distribusi tidak langsung Ketika produsen melibatkan perantara atau orang tengah untuk menjual produknya kepada pelanggan akhir, maka saluran distribusi yang digunakan ini disebut dengan saluran tidak langsung. Saluran tidak langsung dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu :
  • saluran satu tingkat (one level channel). produsen-pengecer- konsumen. Saluran satu tingkat berisi satu perantara penjualan yaitu pihak pengecer (retailer). Pengecer membeli produk dari produsen dan kemudian menjualnya kepada pelanggan. Saluran distribusi satu tingkat berfungsi paling baik bagi produsen yang bergerak di bidang barang belanjaan seperti pakaian, sepatu, perabot rumah tangga, mainan dan lain-lainnya.
  • saluran dua tingkat ( two level channel).produsen-pedagang besar-pengecer-konsumen.Pedagang besar atau grosir membeli produk secara massal dari produsen,kemudian membaginya menjadi paket-paket kecil dan menjualnya ke pengecer yang akhirnya menjual produk-produk tersebut kepada pelanggan akhir atau konsumen. Barang yang tahan lama, terstandarisasi dan agak murah pada umumnya menggunakan saluran distribusi dua tingkat.
  • saluran tiga tingkat (three level channel). Produsen-agen -pedagang besar- pengecer- pelanggan.Saluran distribusi tiga tingkat melibatkan agen selain pedagang grosir dan pengecer yang membantu dalam penjualan produk. Agen-agen ini berguna ketika suatu produk perlu bergerak cepat ke pasar dengan segera setelah pesanan ditempatkan. Mereka diberi tugas untuk menangani distribusi produk di wilayah atau kabupaten tertentu dengan imbalan komisi persentase tertentu. Agen tersebut dapat dikategorikan menjadi super stockiest serta agen pembawa dan penerusan. Kedua agen ini menyimpan stok atas nama perusahaan.

6. manajemen konflik dalam saluran distribusi

        Konflik saluran distribusi dapat terjadi tanpa memandang seberapa baiknya tujuan dan manajemen saluran distribusi suatu bisnis. Selama masih adanya kepentingan-kepentingan bisnis dari masing-masing komponen dalam saluran distribusi tersebut, maka konflik akan selalu terjadi. Konflik dapat dianggap terjadi bila anggota saluran distribusi merasa bahwa tindakan pihak lain merintangi atau merugikan kinerja mereka dalam mencapai tujuan. Hal ini dapat mempengaruhi proses penyampaian barang kepada konsumen. Hal ini juga dapat terjadi terhadap petani produsen apel dengan pedagang pengumpul di Desa Bumiaji Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Permasalahan yang akan dikaji pada penelitian ini adalah apakah ada pengaruh dari faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya konflik terhadap konflik saluran distribusi. jenis konflik dan peersaingan yaitu:
  • Konflik saluran vertikal. konflik yang terjadi antara tingkat yang berbeda dalam saluran yang sama.
  • konflik saluran horisontal. konfik antar anggota pada tingkat yang sama didalam saluran yang sama.
  • konflik multisaluran. konflik terjadi ketika produsen menentukan dua arah atau lebih saluran yang menjual ke pasar yang sama. konflik terutama sangat kuat ketika anggota dari salah satu saluran mendapat harga yang lebih rendah.
ada beberapa penyebab terjadinya konflik yaitu diantarannya:
  • ketidakselarasan tujuan
  • peran dan hak tidak jelas
  • perbeedaan persepsi
  • ketergantungan prantara kepada produsen

Manajemen konflik yang efektif salah satunya adalah penerapan tujuan superordinat. Anggota saluran menyetujui tujuan dasar yang mereka cari bersama, baik tujuan bertahan hidup, pangsapasar, atau kepuasan pelanggan. Mereka melakukan ini ketika saluran menghadapi ancaman dari luar. Manajemen perlu menyadari bahwa konflik saluran tidak hanya dapat merusak sebagian sistem distribusi perusahaan tetapi juga terhadap sistem distribusi secara keseluruhan. Secara spesifik, konflik saluran dapat membahayakan distribusi penawaran perusahaan yang efektif dan efisien kepada pelanggan saat ini. Misalnya, pelanggan dapat bingung tentang apa yang diharapkan dalam hal pedoman pra-penjualan atau dukungan purna jual dari distributor yang berbeda dari produk perusahaan.


Komentar

Postingan Populer