keunikan bhs.Madura
Bahasa Madura memiliki ciri-ciri khas baik dalam bidang fonologi (bunyi bahasa), morfologi (bentuk), maupun sintaksisnya (susunan kata/kalimat). Beberapa ciri tersebut adalah sebagai berikut:
Bahasa Madura tidak mengenal kata ganti orang ketiga
contoh : Pak Câmat mèghâ’ ajâmma (Pak Camat menangkap ayamnya).
Bahasa Madura mempunyai fonem-fonem beraspirat
Bahasa Madura mempunyai fungsi morfem “Tang”
Contoh : tang buku (buku saya), bukan bukuna sèngko’, tang roma (rumah saya), bukan romana sèngko’.
Bahasa Madura mempunyai fungsi morfem (--a)
Contoh : Sèngko’ abinia (Saya akan beristri), Buruâ (akan lari).
Bahasa Madura mempunyai fungsi prefiks (e--)
Contoh : Arèya sè èkaterroè bi’ sèngko’ (Ini yang saya inginkan), Apa jhârân rèya sè èbelliâ bi’ bâ’na? (Apakah kuda ini yang akan kamu beli?).
Orang Madura jika akan menyebutkan “Ia” atau “Dia” dalam sebuah percakapan, maka menggunakan kata pengganti yang sesuai dengan benda dan pelakunya,
Bahasa Madura mempunyai fonem-fonem tanaspirat, yaitu b, d, ḍ, g, j dan fonem-fonem beraspirat, yaitu bh, dh, ḍh, gh, jh.
Digunakan istilah “tang” sebagai penanda milik untuk orang pertama (persona kesatu) dalam tingkat bahasa umum iyâ-enjâ’.
Untuk menyatakan kata kerja bentuk future “akan”, maka digunakan sufiks (--a).
Untuk menyatakan kalimat pasif maka digunakan prefiks (e-) pada kata kerjanya, baik pelaku dalam kalimat tersebut orang pertama, orang kedua, ataupun orang ketiga.
Sumber : Pawitra, A. Kamus Lengkap Bahasa Madura Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat. 2009.

Komentar
Posting Komentar