Sistem Pertanian di Indonesia


Sistem Pertanian di Indonesia
          pertanian dalam arti sempit adalah suatu budidaya tanaman kedalam suatu lahan untuk mencukupi kebutuhan manusia. sedangkan pertanian dalam arti luas adalah semua yang mencangkup kegitan pertanian (tanaman pangan dan holtikultura), perkebunan, kehutanan, perternakan, dan perikanan. mosher (1996) mengartikan pertanian sebagai turutnya campur tangan manusia dalam perkembangan tanaman atau hewan, agar dapat lebih baik memenuhi kebutuhan dan memperbaiki kehidupan keluarga dan atau masyarakat.
           Sistem pertanian merupakan tata cara atau skema yang digunkan untuk melakukan pertanian (tata cara bertani) agar dapat memenuhi kebutuhan dan memperbaiki kehidupan keluarga dan atau msyarakatnya. beberpa contoh sistem pertanian adalah sistem ladang atau tegalan, sistem talun atau tegal pekarangan, sistem sawah dan sistem perkebunan
1.     Sistem Pertnian Tegalan
         sistem pertanian tegalan mefrupakan suatu sistem peralihan  dari tahap budaya pengumpu ketahap budaya penanam, dan ini merupakan sistem pertanian yang paling primitif. pengolahan tanahnya sangat minimum dan produktivitas lahannya bergantung kepada ketersediaan lapisan humus yang ada, yang umumya terjadi karena sistem hutan. sistem pertanian tegalan ini terdapat di daerah yag berpenduduk sedikit dengan ketersediaan lahan tak terbatas. tanman yang di usahakan umumnya tanaman pangan, seperti padi darat, jagung, dan umbi-umbian. budidaya tanaman di tegalan hasilnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup petaninya.oleh karena itu agar hasilnya dapat mencapai maksimal maka tanah perlu dipupuk agar terjaga kesuburannya. jenis pupuk yang diperlukan adalah pupuk yang mengandung unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).
       pada lahan tegalan, biasanya siklus haranya adalah terbuka karena semua hasilnya diagkut keluar areal dab tidak adayang di tinggal. Hal ini tida baik dan tidak dapat dibenarkan. sehrusnya, masih ada sisa-sisa panen yang diberikan di lahan itu, agar lama-kelamaan berubah menjadi pupuk untuk menahbah unsur hara tanah.
2.     Sistem Pertanian Talun
           Talun adalah salah satu sistem agroforesty yang khas karena ditanami denagan campuran tanaman tahuana/kayu (parennial) dan tanaman musiaman (annual), dimana stukturnya menyerupai hutan, secara umum ditemui diluar permukiman dan hanya sedikit yang berada di dalam pemukiman. talun banyak ditemukan pada berbagai agroekosistem di indonesia, seperti jawa barat, aceh, lampung dan lain-lain. sistem pertanian talun juga dikenal sebagai sistem tegal-pekarangan dan sistem ini berkembang di lahan-lahan kering yang jauh dari sumber-sumber air yang cukup. sistem ini diusahakan orang setelah merek menetap lama di wilayah itu, walaupun demikian tingkatan budidayanya msih rendah.
            sistem pertanian talun merupkan gabungan anatara tegal dengan pekarangan dan erupakan sistem tanam campuran. dengan kata lain tanaman yang ada pada lahan talun ini merupakan tanaman dengan sistem tumpang (multiple cropping). tanaman di lahan talun ini tidak spesifik dan jenis tanaman yang tumbuh di talun tidak ditentukan. petani hanya menaman komoditas tertentu saja, sementara tanaman lain tumbuh dengan sendirinya. pada laha talun, petani hanya menanam kemudian mebiarkan lahannya tanpa perawatan yang intensif seperti pada tegalan.
3.     Sistem Pertanian  Pekarangan
           pekarangan adalah sebidng tanah disekitar rumah yang luasnya terbatas dan umumnya dikelilingi pagar namun ada juga yang tidak dipagari. di lahan pekarangan biasanya ditanami berbagi jenis tanaman ada yang berumur panjang, berumur pendek, menjalar, memanjat, semak, pohon rendah. pekarangan juga dapat didenifisikan sebagai lahan sekitar rumah yang diumbuhi campuran tanaman semusim fdan tanaman kers, disertai adanya berbagai binatang liar dan hewan ternak dalam hal ini pekarangan merupakan sebuah ekosistem buatan. menurut Irwan (2005), pekarangan merupakan suatu sitem dengan batas-batas tertentu dan mempunyai manfaat ekonomi, biofisik, dan sosio ekonomi bagi pemiliknya.
          lahan pekarangan sangatlah efektif dan eisien untuk bercocok tanam. Tanaman dapat tumbuh tanpa perlu aanya pupuk, karena biasanya tanaman tumbuh dengan sendirinya, dan daun juga gugur dengan sendirinya. selain hasilnya lebih efisien ternyata lahan pekarangan juga termasuk lahan ramah lingkungan dan tidak mudah merusak tanah. biasanya kandunan hara tanah aka mudah tercuci atau hilang karena kesalahan pengolahan tanah, namun tidak demikian halnya dengan tanah pekarangan.
4.     Sistem pertanian sawah
              sawah merupakan sebidang tanah dengan batas kepemilikan berupa pematang lurus membujur. masing-masing petak dibagi dengan pematang juga. sistem sawah merupakan teknik budidaya yang tinggi, terutama dalam pengolahan tanah dan pengolahan air, sehinggah tecapai stabilitas biologi yang tinggi, sehingga kesuburan tanah dapat dipertahankan. Hal ini dicapai dengan sistem pengairan yang sinambung dan drainase yang baik. sistem sawah merupakan potensi besar untuk produksi pangan, baik padi maupun palawija. Pada sistem sawah petani menggunakan sistem pengolahan tanah yang monokultur,karena sawah ini menggunaka irigasi teknis dan bukan merupakan sawah tadah hujan. Untuk pengairan airnya cukup dengan sedikit tergenang, atau macak-macak. Hal ii untuk menanggulagi gulma. jarak antar tanaman pun juga diatur./
             Lahan sawah biasanya identik dengan sistem pengairan. Sistem pengairan disini merupakan sesutu yang sangat penting bagi kelangsungan pada sistem pertanian ini sendiri. Kebanyakan lahan sawah menggunakan saluran irigasi teknis, sehingga keberadaan air masih sangat melimpah, dan air akan tetap ada meskipun pada musim kemarau.Berbeda halnya dengan dibandingkan sawah yang menggunakan hujan sebagai sumber airnya.
5.     Sistem pertanian perkebunan
             perkebunan didefinisikan sebagai segala bentuk kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai, termasuk mengolah dan memasarkan barang dan hasil tanaman tersebut dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemodaan dan manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pekebun dan mmasyarakat.
            sistem perkebunan, baik perkebunan rakyat maupun perkebunan  besar (estate) yang dulu milik swasta asing dan sekarang kebanyakan perusahaan negara, berkembang karena kebutuhan tanaman ekspor. seperti sawit, karet, kopi, teh dan coklat yang merupakan hasil utama sampai sampai sekarang sistem perkebunan berkembang dengan manajemen industri pertanian. 


Komentar

  1. Semoga bermanfaat kedepannya , dan lebih baik lagi

    BalasHapus
  2. Lumayan dari cukup, namun dalam penulisan untuk lebih telitih lagi, karena ada beberapa kata yang kurang hurufnya.

    Satuan tanah alangkah baiknya dimuat jelas, misalkan rumah lebih dikenal dengan ukuran meter...kalau sawah dan ladang ukurannya apa ?

    Selanjutnya terkait catatan perut (innote) alangkah mantap lagi dibawahnya dimuat daftar pustakanya (bibliography), sehingga pembaca cukup mengetahui judul literatur yg digunakan.

    Itu sedikit koreksi untuk kemajuan didin yah...semangat menulis

    BalasHapus
  3. Ilmunya bermanfaat bagi agribisnis kedepan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer