BAB 6
RANCANG KEUANGAN USAHA MU
KEUANGAN PRIBADI
DAN KEUANGAN USAHA
Bagi para pengusaha yang baru membangun suatu usaha, memisahkan keuangan
pribadi dengan keuangan usaha sering diabaikan. Padahal itu adalah hal yang
sangat penting. Ada beberapa alasan mengapa banyak orang senang mencampur
keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Penyebab utamanya adalah merasa bahwa
uang yang digunakan untuk usaha adalah uang pribadi. Berikut ini adalah tips
sederhana untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi sehat dan
seimbang:
·
Pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi
Biasakanlah untuk memisahkan keuangan
usaha dengan keuangan pribadi sedari dini. Walaupun saat ini bisnis yang sedang
dijalankan masih terbilang kecil, namun keuangan usaha harus tetap dikelola dan
dipisahkan dari keuangan pribadi agar tidak mengganggu perkembangan usaha
kedepannya
·
Tentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk
kebutuhan usaha
Setelah memisahkan antara keuangan
usaha dan keuangan pribadi, tentukan berapa jumlah uang yang akan digunakan
untuk kebutuhan usaha. Hal ini sangat berguna untuk merencanakan keuangan usaha
kita.
·
Catat pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
Catatlah semua uang yang keluar dan
masuk didalam sebuah pembukuan. Adanya pembukuan bertujuan untuk mengontrol
jumah uang yang keluar dan uang yang masuk
·
Kurangi resiko dengan cara menghindari hutang
Mengembangkan usaha dengan cara
berhutang, memang diperbolehkan. Namun kita juga harus waspada, karena jika
kondisi keuangan usaha kurang baik, beban cicilan hutang hanya akan memperburuk
keadaan usaha, bahkan dapat juga memperburuk keuangan pribadi.
·
Gaji diri sendiri
Merasa bahwa uang usaha berasal dari uang
pribadi akan membuat seorang pengusaha merasa boleh menggunakan keuntungan
untuk keperluan pribadi. Padahal itu akan membuat pengusaha tersebut kehabisan
modal
Memisahkan uang
usaha dan pribadi artinya bukan berarti kita tidak boleh menggunakan hasil
usaha untuk kepentingan pribadi. Akan tetapi, yang harus diatur adalah berapa
yang boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi, berapa yang seharusnya
tetap disimpan sebagai modal berputar atau pengembangan usaha dan berapa untuk
membayar cicilan hutang. Berikut beberapa tips untuk mengatur keuangan:
·
Melakukan Pencatatan
Lakukan pencatatan
dengan rapi setiap transaksi setiap harinya. Periksa kembali catatan Anda
setiap minggu untuk menghitung berapa uang yang digunakan untuk memproduksi
barang, berapa uang yang didapat dari hasil penjualan, dan berapa keuntungan
setiap hari dan minggunya, sehingga dapat diketahui keuntungan yang diperoleh
dalam sebulan.
·
Alokasi Dana
Dari keuntungan
yang diperoleh, bagilah kedalam beberapa pos sesuai dengan kebutuhan. Misalnya:
1. 2.5% untuk zakat 2. 10% untuk ditabung 3. 50% untuk belanja keluarga dan
pribadi 4. 25% untuk membayar cicilan hutang 5. 12.5% untuk tabungan usaha atau
pengembangan usaha
·
Memisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi
Uang usaha
dianggap sebagai uang pribadi karena usaha 100% milik sendiri. Berdasarkan
anggapan tersebut, pengaturan keuangan untuk kepentingan pribadi dan
kepentingan usaha pun disatukan oleh pengusaha. Hal ini akan berdampak buruk
terhadap perkembangan usaha dan keuangan pribadi.
·
Memisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi
Bukalah rekening
di bank khusus untuk usaha yang dijalankan. Pastikan setiap transaksi jual beli
kegiatan usaha menggunakan rekening ini. Buka juga rekening bank khusus untuk
kebutuhan pribadi. Dengan demikian pemisahan keuangan akan lebih mudah.
Tentunya harus disiplin dan tidak tergoda untuk menggunakan uang usaha dalam
keadaan apapun

Komentar
Posting Komentar